WHAT'S ON
foto : dokumentasi Muhammadiyah Aid
2017-10-02 14:00:00

Tim Muhammadiyah Aid Berhasil Masuk di Cox's Bazar, Bangladesh

BY MEDIA SARI

SALIHA.ID - Tatapan nanar para pengungsi Rohingya di bawah naungan tenda beratap terpal plastik, menyambut kedatangan Tim Muhammadiyah Aid setibanya di Cox's Bazar pada 23 September 2017. Di hadapan mereka, terpampang ratusan ribu pengungsi tinggal di tenda-tenda yang kurang layak dengan kondisi sangat memprihatinkan. 

Hujan yang sesekali turun membuat suhu bertambah dingin dan tenda pengungsian basah serta menyebabkan aliran air tidak mengalir semestinya. Kondisi ini ditambah dengan sanitasi yang buruk, membuat para pengungsi mulai terjangkiti berbagai penyakit. Ini terlihat dari banyaknya pengungsi yang sedang berobat di tenda pelayanan kesehatan.

Setelah melalui perjalanan udara selama 40 menit dan berhadapan dengan sulitnya perizinan, tim yang terdiri atas Andar Nubowo Direktur Utama Lazismu, Abdoel Malik R perwakilan dari MDMC, Dr. Corona Setiawan yang beranggotakan tiga dokter serta sembilan perawat, akhirnya diperbolehkan masuk oleh Pemerintah Bangladesh. 

Hal ini mengingat tidak adanya jaminan keamanan bagi pekerja sosial atau relawan kemanusiaan. Tahun lalu, terjadi pembunuhan massal 20 orang asing di sebuah restoran, di Bangladesh.

BACA JUGA :

Merenungkan Tragedi Kemanusiaan Rohingya

Rashida, Kisah Pengungsi Rohingya yang Menembus Hutan 8 Hari 

“Kedatangan relawan asing dari Indonesia, Malaysia dan Turki sejak awal diawasi ketat. Kami tidak boleh jalan malam atau makan sendirian di restoran,” papar Andar. 

Kendati dalam situasi sulit, namun Tim Muhammadiyah Aid bekerja semaksimal mungkin untuk membantu para pengungsi Rohingya. Mereka bekerja sama dengan mitra lokal yaitu militer Bangladesh dan melalui otoritas pemerintah pusat untuk menyalurkan bantuan, setelah sebelumnya berhasil menghimpun dana kemanusiaan sejumlah Rp. 14,115,999,310.50 melalui Lazismu.

“Tapi saat ini, baru diizinkan 50 ribu US dolar atau Rp 600 juta dari Indonesia, semoga ada penambahan kuota lagi,” ujar Andar menutup pembicaraan.

RECOMMENDED FOR YOU