WHAT'S ON
foto: twitter @theAleppoCatman
2018-04-10 09:00:00

Demi Kucing, Pria ini Berjuang Bangun Shelter di Aleppo Suriah

BY TIM EDITOR

SALIHA.ID - Tragedi kemanusiaan akibat perang sipil di Suriah yang berlangsung sejak Juli 2012 tak hanya  menyengsarakan umat tapi juga hewan peliharaan. Para kucing dan anjing yang hidup berdampingan dengan manusia terpaksa ditinggal begitu saja oleh pemiliknya yang mengungsi.

Nasib para hewan peliharaan itu hanya menunggu nasib, hidup atau mati d itengah dentuman bom dan desingan peluru. Namun dalam kecamuk perang, seorang pria bernama Mohammad Alaa Jaleel, pengemudi ambulans untuk badan amal di Aleppo dengan suka rela dan ikhlas memberikan makan kucing-kucing terlantar di jalan-jalan Masaken Hanano, dekat kota Aleppo.

Alaa  berkeliling memberikan makan kucing-kucing yang terlantar saat sedang tidak bertugas. Dalam sehari ia bisa menghabiskan uang tabungannya sekitar US$ 4 untuk membeli daging yang akan diberikan kepada kucing-kucing malang.

Sejumlah kucing  Ernesto's House of Cats berkumpul untuk makan. Foto: foto: twitter @theAleppoCatman

Alaa  kemudian membuat  tempat penampungan untuk hewan peliharaan terlantar. Saat itu jumlah kucing yang dirawat sekitar 20 ekor. Dalam setahun Alaa  sudah merawat ratusan kucing liar di tempat penampungan yang diberi nama Ernesto's House of Cats yang diambil dari nama kucing kesayangannya, Ernesto. Tempat penampungan ini juga disebut Il Gattaro d’Aleppo.

Di tempat penampungan ini juga terdapat taman untuk bermain anak-anak.  Bermain dengan kucing membuat anak-anak melupakan sejenak trauma perang. 

“Tragedi kemanusiaan ini membuat banyak orang yang mengungsi, termasuk teman-teman saya. Mereka meninggalkan hewan-hewan peliharaan yang kini menjadi ‘sahabat’ buat saya,” kata Alaa yang pernah menjadi tukang listrik sebelum perang berkecamuk, dalam wawancara dengan BBC beberapa waktu lalu. 

Sikap terpuji Alaa ini menjadi viral dan menjadi berita utama dunia dan ia mendapat julukan sebagai ‘The Cat Man of Aleppo’.

Namun penampungan kucing itu rusak terkena hantaman bom. Banyak warga yang mengabadikan hancurnya tempat penampungan itu dan banyak yang mati. 

“Dengan sangat sedih saya memberitahukan kepada Anda hancurnya tempat penampungan ini,” kata Alaa yang menshare foto-foto kerusakan tempat penampungan dan kucing-kucing yang mati dalam halaman akun facebook  Il Gattaro d’Alepoo.

Alaa ikut mengungsi bersama keluarganya ke Turki dengan membawa kucing kesayangan Ernesto. Setelah situasi agak tenang, ia  kembali ke Aleppo dan membangun kembali tempat penampungan yang rusak di sisi timur Allepo yang relatif lebih aman.

Alaa  yang kini mendapat banyak dukungan banyak orang dan telah membentuk tim bekerja keras untuk merawat penampungan itu. Tak hanya 60 ekor kucing, ada juga anjing, kelinci, merpati dan monyet di penampungan itu.

Bantuan donasi terus datang mengalir yang membuat Alaa bisa membangun tempat penampungan itu menjadi lebih kondusif berupa ruangan lengkap dengan rumah bagi masing-masing kucing. Selain itu, ada juga dokter hewan bernama Dr. Youssef yang memberikan perawatan gratis kepada para kucing.

Meskipun ancaman kematian setiap saat mengintai, Alaa dan tim tak pernah gentar dan tetap merawat hewan-hewan peliharaan di tempat penampungan.  “Sebagai manusia, saya merasakan bahaya mengintai setiap saat. Namun mereka memberikan keberanian buat saya tetap tinggal di sini. Saya tidak bisa meninggalkan mereka,” ucapnya seperti dikutip dari situs pencinta binatang, The Dodo.

Namun suara bom dan dentingan senjata kembali terdengar tak jauh dari lokasi penampungan.  “Dr Youssef, dokter hewan kami melakukan perjalanan berbahaya untuk menuju rumah penampungan. Menghindar di balik pohon dan bangunan agar tak terlihat dan tertembak,” ucap Alaa kepada The Dodo. 

Alaa  mengatakan meskipun beberapa kucing di penampungan telah terbiasa mendengar suara tersebut, sebagian besar kucing masih terlihat ketakutan.  Kucing-kucing ini akan berusaha bersembunyi atau tetap berada di dalam gedung, ketika pertempuran terjadi sangat dekat dan suaranya sangat memekakkan telinga.  "Kadang-kadang mereka tidak makan. Mereka memerlukan banyak kasih sayang dan perhatian di saat seperti ini," ucapnya. 

Seorang anak setempat bermain dengan kucing sebagai hadiah ulang tahunnya. Foto: twitter @theAleppoCatman

Banyak juga kucing milik warga yang berkeliaran di sekitar penampungan Il Gattaro d’Aleppo. “Saya juga tetap memberikan mereka makan. Setelah makan mereka pergi,” kata Alaa yang sempat kehilangan kucing peliharaannya  Ernesto saat perang berkecamuk, namun bisa ditemukan kembali. 

Penduduk setempat seringkali berkunjung ke penampungan kucing tersebut, entah sebagai terapi atau bahkan hadiah ulang tahun. Bagi anak-anak, bermain dengan binatang merupakan hiburan tersendiri di negeri yang masih tercabik karena perang. 

Meskipun ancaman masih terus mengintai, Alaa belum ada rencana untuk memindahkan lokasi penampungan untuk saat ini. “Saya tidak tahu daerah mana yang aman. Banyak daerah  di Suriah yang ditutup, jadi untuk meninggalkan tempat ini sangat sulit,” jelas Alaa.  Meski begitu banyak bahaya yang mengintai, Alaa dan timnya tetap memastikan kucing di penampungan tetap hidup gembira dan sehat.

Perang saudara di Suriah telah berlangsung tujuh tahun dan telah merenggut nyawa lebih dari 465 ribu orang. Alaa dan tim tak akan pernah gentar untuk terus merawat para hewan peliharaan di tempat penampungan. 

Untuk mengetahui bagaiamana Alaa dengan ikhlas menampung dan memberi makan kucing dan hewan-hewan peliharaan lain yang terlantar, Anda bisa mengunjungi halaman Facebook Il Gattaro d’Aleppo.  Anda juga bisa memberikan bantuan donasi untuk makanan dan biaya perawatan kucing dan hewan peliharaan lain. Ini saatnya untuk berbagi. 

Tulisan ini merupakan kiriman kontributor Setiawan Adiwijaya, Bogor.

RECOMMENDED FOR YOU